Melek Emas

Akhirnya aku bisa nulis tentang melek emas. Bagiku ini adalah sebuah pilihan yang patut diapresiasi karena setelah 5 tahun aku akhirnya memberanikan diri untuk memulainya.

Melek emas di sini artinya teredukasi dengan baik dan bukan sekedar ikut-ikutan. Ya, di lapangan fakta yang terlihat sekarang banyak orang ngomongin emas. Aneh juga sih, zaman susah kaya gini (masih pandemi, Guys) koq makin rame ngomongin emas. Pas murah dan harga masih stabil sama sekali ga ada terdengar perbincangan tentang itu. Hmm, akika jadi penasaran kenapa bisa begitu. Korelasinya dimana gitu…

Bukannya aku ga senang masyarakat pada melek emas. Cumaan, aku takutnya kalo mereka kebanyakan terinfluence tanpa teredukasi dengan baik jadinya malah ambyarrrr.

Ngerti aja ya maksudku. Soalnya zaman serba sulit begini kalo urusan keuangan ga bener jadinya makin pailit. Aku takutnya banyak dari mereka yang kekeuh pengen punya emas tapi pakai uang dapur saking maksanya. Nanti kalo kepepet terus dijual yang ada malah rugi karena punya emasnya masih hitungan bulanan.

Jadi, sebenarnya punya emas itu baik, karena emas menahan inflasi pada tabungan kita. Tabungan ya. TABUNGAN. Jadi, ketika membeli emas ya udah seharusnya yang dipakai adalah uang tabungan, itupun harus dipastikan tabungannya bener-bener mengendap alias ga akan terpakai dalam waktu lama.

Jadi begituuu……..

Selain soal uang yang digunakan, hal lain yang pengen aku bahas adalah soal zakat. Jadi, ya ada muslim yang mengemukakan pendapatnya, menurutnya lebih baik tanah daripada emas, karena emas ada zakatnya kalo sudah masuk nishab.

Helllooo, kenapa emangnya kalo kena zakat? Takut miskin? Takut berkurang hartanya? Duh, koq sama harta yang dititipkan itung-itungannya koq segitunya. Kesannya koq kaya takut ngeluarin zakat.

Itulah kalo sedari awal mikirnya emas itu buat investasi. Pasti yang dipikirkan adalah keuntungan dan bagaimana supaya tetep untung.

Laaaah, emang emas bukan buat investasi?

Bukaaan, Non sayang. Bukan.

Emas itu bukan alat investasi. Ga bakal untung nyimpen emas.

Terus, kalo ga untung kenapa nyimpen emas?

Emas itu dibeli untuk menukarkan tabungan kita yang berupa lembaran uang kertas ke emas. Dengan begitu kita menjaga nilainya sepanjang masa. Bukan emasnya yang nilainya naik, emas mah tetep segitu-gitu aja. Yang berubah adalah nilai uang kertas kita. Semakin tahun semakin turun alias inflasi.

Buktinya harga 1 ekor kambing zaman dulu sama sekarang masih sama jika memakai dinar (emas), yaitu seharga 1 dinar. Coba kalo pakai rupiah? Udah pasti beda jauh. Zaman saya remaja 1 kambing harganya 400.000, kemudian sekarang saat saya mau beli kambing buat aqiqah anak saya, 1 kambing udah jadi 2,5 juta.

Itulah contoh kecil dari fungsi emas sesungguhnya. Nilainya tetap dan tahan inflasi. Emas tidak menjadikan kita lebih kaya, tapi dia bisa menjadikan kita tetap kaya.

Saya sudah banyak menuliskan tentang edukasi emas. Silakan dibaca ya

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli Emas

My “Keto”-Deals

Sudah hampir 2 bulan saya mendalami dan perlahan-lahan mengadopsi protokol KF. Tidak mudah bagi saya menjalankannya 100% full walau point-point utamanya sudah sangat saya pahami, bahkan saya mencoba menuliskannya kembali dengan bahasa saya yang…entah dipahami reader atau tidak. Mengapa bagi saya tidak mudah? Salah satunya karena saya adalah seorang busui dari seorang bayi berumur 10 bulan 7hari 2jam yang masih sangat aktif menyusu. Menyusui membuat kita sangat lapar, setiap makmak yang pernah merasakannya pasti setuju. Lalu, bagaimana nasib busui lain yang sudah duluan menjalani keto? Mereka baik-baik saja, malah beberapa dari mereka produksi hind-milknya lebih banyak dan anak mereka punya motorik kasar yang sangat bagus. Lalu, mak bagaimana?

Lanjutkan membaca “My “Keto”-Deals”

Untitled Story

Rindu masa itu.

Empat tahun lalu, waktu kita masih dalam masa perjuangan di awal-awal menikah, pekerjaan masih belum mapan walau kata orang profesimu adalah sesuatu yang gampang dalam hal meraih materi. Sempat terombang-ambing menentukan pilihan yang sama-sama sulit tetapi ujung-ujungnya juga tidak diterima. Saat-saat aku menangis untuk pertama kali karena tajamnya lidah, membuatku tersungkur dalam sajadah, ingin rasanya keluar dan segera mandiri.

Lanjutkan membaca “Untitled Story”

Siapa yang Ga Kenal Anak Muda ini

Ada yang bisa nebak judul di atas siapa? Kalo di kepala mu muncul nama Afi, berarti kamu mamak-mamak kekinian. Wkwkwk. Dan sekarang izinkan saya membahas tentang nama yang kini lagi viral di dunia persilatan.

Afi Nihaya Faradisa, atau nama aslinya adalah Asa Firda Inayah ,usianya 18 tahun, salah seorang siswa SMA di Banyuwangi. Sekilas tidak ada yang beda dengan muda-mudi yang lain. Dia hobi baca anak yang lain juga hobi baca, dia punya tokoh favorit anak yang lain juga, dia aktif di medsos, anak yang lain? Jangan ditanya…  Lalu apa yang bikin dia terkenal tiba-tiba?

Lanjutkan membaca “Siapa yang Ga Kenal Anak Muda ini”

Ketofastosis Lifestyle (On Theory: 2)

Hai emak2 keceh, obrolan sehatnya kita lanjut di sini aja yah. Takutnya kalo kepanjangan daya konsen jadi menurun dan sayanya juga bingung karena materinya terlalu panjaang dan takutnya malah mbulet lagi susah dipahami. Xixixi

Disclaimer: Tulisan ini tidak bermaksud mengajak anda, hanya sebatas berbagi informasi tentang lifestyle ini. Jika ada yang berbeda pendapat itu wajar karena ilmu dan pengetahuan cepat sekali berkembang,  jadi adalah hak setiap orang menentukan pilihannya masing-masing sesuai pemahaman. Lifestyle ini sudah diteliti dalam skala terbatas dan sudah berbasis evidance . Lanjutkan membaca “Ketofastosis Lifestyle (On Theory: 2)”